Home » » Ilmuwan Temukan Fosil Burung Bergigi Runcing

Ilmuwan Temukan Fosil Burung Bergigi Runcing


detail berita
Ilustrasi burung Sulcavis Geeorum
Ilmuwan asal China baru-baru ini mengumumkan hasil penelitian mereka tentang burung purba, Sulcavis geeorum, yang memiliki gigi yang runcing. Ilmuwan meneliti bagaimana pola makan burung yang pernah hidup ratusan juta tahun lalu.

Dilansir Phys, Senin (7/1/2013), peneliti menemukan bahwa burung ini memiliki diet atau pola makan durophagous, yang berarti gigi burung ini mampu melahap mangsanya dengan exoskeletons (tulang) yang keras, seperti serangga atau kepiting.

Peneliti percaya bahwa spesimen burung purba berigigi tajam ini menunjukkan wawasan baru mengenai keragaman bentuk gigi pada burung di masa awalnya. Penelitian ini juga memberikan pengetahuan baru tentang keragaman ekologi yang sebelumnya belum terungkap oleh peneliti.

Sulcavis geeorum merupakan burung enantiornithine dari zaman Cretaceous Awal, yakni sekira 121 - 125 juta tahun lalu. Burung ini diyakini hidup di wilayah Liaoning, China.

Burung enantiornithine merupakan sekelompok burung awal yang pernah hidup di bumi. Burung ini juga paling banyak hidup di masa Mesozoikum (masa dinosaurus).

Sulvacis merupakan temuan pertama dari burung yang memiliki enamel gigi. Dinosaurus dengan giginya runcing merupakan hewan purba berjenis karnivora. Mereka juga mengonsumsi daging.

Enantiornithines merupakan hewan unik di antara burung lain, yang menunjukkan evolusi serta keragaman pola gigi. Melalui fosil enantiornithine baru, peneliti menemukan adanya gigi yang kokoh dengan alur atau lekukan di permukaan dalam. Ini diyakini sebagai alat untuk mengoyak serta mengunyah mangsanya yang berbentuk yang keras.