Cangkang Kerang Asal Indonesia Ini Ubah Sejarah Manusia


Sebuah fosil cangkang dari hewan moluska, entah kerang maupun siput, ditemukan di Jawa. Cangkang purbakala itu ternyata telah diukir sedemikian rupa oleh manusia purba sekitar 430.000 sampai 540.000 tahun lalu. 

Cangkang ukir tersebut saat ini berada di koleksi museum Belanda dan tidak diketahui keberadaannya sejak 1930. Moluska purba itu diperkirakan berasal dari masa di mana Homo erectus masih menghuni sebuah wilayah terpencil di pegunungan Jawa. 

Ukiran ini mematahkan teori sebelumnya bahwa manusia telah mengenal pola ukir mengukir pada masa kehidupan Neanderthal, sekitar 100 ribu tahun lalu. Cangkang ini terlihat mendapatkan polesan halus dan ukiran dengan pola zigzag di pinggirnya. Ini menunjukkan jika proses ukir menggunakan pemotongan dan penggoresan. 

Jika temuan ini terbukti benar, artinya, nenek moyang manusia, yaitu Homo erectus, ternyata memiliki kepandaian yang lebih tinggi ketimbang teori yang selama ini berkembang. 

"Ini mengubah sejarah manusia. Ini merupakan bukti jika Homo erectus telah mampu memanfaatkan sumber daya laut. Cocok dengan bukti lain yang mengatakan bahwa mereka mengais ke dalam dan sekitar wilayah perairan," ujar Dr. Stephen Munro, paleoantropolog dari Australia National University. Dia juga yang menemukan kerang ukir ini. 

Ukiran geometrik dianggap sebagai pertanda adanya kemampuan kognitif modern saat itu. Namun, hal itu masih menjadi perdebatan hingga sekarang. 

Analisis baru terhadap cangkang moluska laut, yang diambil dari situs fosil Trinil di Jawa pada 1890, menunjukkan jika Homo erectus juga memiliki perilaku manusia modern. 

Tim peneliti menduga jika Homo erectus mampu membuka cangkang dengan cara membuat lubang menggunakan gigi hiu. Proses ini merusak cangkang, namun bisa langsung membuatnya terbuka. Dengan demikian, isi di dalam cangkang bisa dimakan juga.


Nama-Nama Lain Indonesia Di Masa Lalu

Indonesia

Sebelum bangsa Indonesia ini mengunakan nama Indonesia ternyata pada masa lalau bangsa kita telah memiliki nama lain yang telah dikenal banyak orang. Nah berikut ini ada 5 nama lain bangsa indonesia di masa lalu, ingin tahu apa aja itu simak berikut ini. 

1. Hindia  

Nama Hindia ini adalah ciptaan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-425 Sebelum Masehi) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Adapun nama Hindia ini baru dipergunakan untuk kepulauan ini, oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal. Dan nama Hindia ini menjadi terkenal sesudah bangsa Portugis di bawah pimpinan Vascvo da Gama mendapati kepulauan ini dengan menyusur sungai Indus, dalam tahun 1498 Masehi  

2. Nederlandsch Oost-Indie  

Cornelis de Houtman (Sumber: bad-bad.de) Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda sesudah mereka berkuasa disini. Kemudian nama ini ditukar dengan “Nederlandsch Indie”. Seperti diketahui, bangsa Belanda untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dalam tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.  

3. Insulinde   

Nama ini diberikan oleh Eduard Douwes Dekker (multatuli) di dalam bukunya Max Havelaar dalam tahun 1860, kemudian nama ini dipopulerkan oleh Professor P.J. Veth. Multatuli membuat nama baru ini, oleh karena ia jijik mendengar nama Nederlandsch Indie yang diberikan oleh Belanda itu. Adapun asal usul perkataan tersebut ialah berasal dari perkataan “Insulair”, “Insula” dan “Indus”. Insula dalam bahasa latin yang berarti pulau. Indus berarti Hindia, sedangkan Insilinde artinya pulau Hindia.  

4. Nusantara  

Nama ini ditemui dalam perpustakaan India Kuno, yang menyebut negeri ini Nusantara. Adapun Nusantara atau Dwipantara artinya pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, bahwa Nusantara ialah pulau-pulau di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu dipakai nama: Nusa Tamara. Nama inipun sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.  

5. The Malay Archipelago  

Nama ini diciptakan oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawatan ke tanah air kita, dari tahun 1854 sampai dengan 1682. Adapun “Malay” artinya Melayu, “Archipel” yang berasal dari bahasa Yunani “Archipelagus” (dari asal Archi=memerintah; plagus= laut). Dengan demikian berarti menguasai laut atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.

Inilah Ruangan Tempat Dilahirkannya Internet

Ruangan kecil di kampus University of California Los Angeles

Internet telah menjadi bagian kehidupan saat ini. Banyak manfaat yang bisa dilakukan dengan internet.  Tapi pernahkan Anda tahu sejarah kemunculan internet pertama kali. Masih tak terpikirkan?  Tonggak bersejarah itu dimulai dari ruangan kecil di kampus University of California Los Angeles (UCLA), tepatnya ruangan 3420 Boelter Hall.  

Peralatan internet pertama itu juga sangat jadul, misalnya router-nya melebihi tinggi badan manusia, tak terbayangkan router sebesar itu. Pun demikian dengan perangkat komputer, yang besarnya seperti lemari es.Ruangannya memang tak begitu luas, beroramen dinding hijau, lantai linoleum yang sudah mulai lecet. 

Linoleum merupakan bahan penutup lantai, terbuat dari minyak biji flax (linseed oil) yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dan direkatkan pada media berbahan dasar dari kain berserat kuat atau kanvas.  Bak laboratorium pada masa itu, juga terdapat papan tulis tradisional, yang tertera coretan yang mengisahkan jaringan komputer saat itu.   

Tapi dari ruangan sederhana inilah, pertama kalinya simpul jaringan komputer Kementerian Pertahanan AS, Advanced Research Projects Agency atau ARPANET terinstal, dan protokol komunikasi didirikan.  Kemudian pesan pertama terkirim melalui jaringan ARPANET ke simpul lain di Stanford University. Ini sekaligus menandai lahirnya internet.  

"Berapa banyak revolusi yang dapat Anda dapat lihat, dari mana internet dimulai. Mesin ini merupakan lahirnya internet, di sini munculnya kata pertama di internet," ujar Leonard Kleinrock, ahli ilmu komputer Kleinrock Center for Internet Studies.  

Lembaga tempat Klienrock bernanung itu kini menjalankan beberapa proyek riset serta mengelola ruangan bersejarah itu.   Kleinrock mengisahkan, usai ia lulus dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ia mengaku turut terlibat dalam pengembangan lahirnya internet pertama.  

Disebutkan untuk mengembangkan jenis jaringan komputer baru, ARPA memerintahkan tim insinyur Bolt Beranek and Newman (BBN) untuk membangun mesin Interface Message Processor (IMP), untuk sekarang dikenal dengan router, yang ditempatkan pada simpul pertama dari jaringan UCLA. Kleinrock terlibat dalam tim ini. Tampak IMP berukuran lebih tinggi dari manusia.  

Kemudian pada 29 Oktober 1969, tim berkumpul di ruangan 3420 untuk mencoba mengirim pesan pertama, "Login", ke Standford Research Institute. Tim berhasil mengirim dua huruf pertama, "LO" namun akhirnya sistem mati. Sejam kemudian dicoba kembali dan berhasil.   

Pada Desember 1969, simbul jaringan komputer sudah kian berkembang. Simpul secara permanen telah dipasang di UCLA, Stanford Research Institute , University of Utah dan University of California di Santa Barbara.  

Kemudian berkembang pada 1975 terdapat 57 IMP dan pada 1981 sudah ada 213 IMP. Dan untuk saat ini kini tinggal 2 IMP pada ruangan bersejarah itu. IMP diganti dengan teknologi lain yang lebih bagus.   Pada 1972, jaringan komputer ini makin banyak digunakan. Tercatat pada masa itu 75 persen trafik ARPANET ialah email.  

Rungan 3420 saat ini masih mempertahankan peralatan yang mendukung lahirnya internet pertama kali. Misanya 7 komputer SDS Sigma, komputer seukuran kulkas, masih terpampang menjadi saksi sejarah.    

Terdesak renovasi  

Meski mempunyai nilai sejarah, ruangan 3420 terkena rencana renovasi gedung. Disebutkan pada 2011, setengah ruang direlakan untuk menjadi laboratoirum komputer bagi mahasiswa saat ini. 

Direktur ruangan saat itu bersikeras meyakinkan kepada pihak universitas nilai penting ruangan bersejarah itu.   Beruntung, hampir semua perabot era bersejarah itu diselamatkan pada kantor gudang UCLA maupun tempat lain.  Kleinrock mengaku sangat detail menjaga ruangan itu. Bahkan ia mengaku tak pernah mengambil foto ruangan.   

"Pekerjaan awal kami yaitu mendapatkan komputer berbicara dengan komputer lain atau kepada orang. Yang tidak kami antisipasi yaitu pembicaraan orang ke orang. Nyatanya pada tahun berikutnya trafik email mencapai 75 persen," ujarnya.   

Meski perangkat internet pertama itu berhubungan dengan perangkat pertahanan, Kleinrock mengatakan saat itu tidak membatasi penggunaan teknologi itu."Tidak ada larangan, jika Anda ingin menggunakannya anda bisa datang. Kami percaya semua orang dan mengetahui setiaporang sampai akhir 1980-an. Masyarakat terbuka dan lingkungan bersama mendukung pembangunan itu," kata dia.

Lima Reruntuhan Misterius Yang Menunjukkan Teknologi Manusia Jaman Prasejara Lebih Maju

Sudah Tepatkah Pemahaman Kita tentang Peradaban Prasejarah?  Artefak dan reruntuhan yang ditemukan di seluruh dunia telah membuat banyak ilmuwan mempertanyakan apakah pemahaman yang saat ini diyakini tentang peradaban prasejarah sudah tepat.  

Berikut adalah beberapa situs misterius yang dianggap oleh beberapa pihak menjadi bukti bahwa peradaban prasejarah jauh lebih maju daripada yang dipikirkan oleh para ilmuwan. Beberapa struktur ini telah terendam karena permukaan air laut yang telah meningkat selama ribuan tahun.

1. Piramida Bosnia Tertua di Dunia Berusia 25.000 Tahun

Piramida Sunca di Bosnia.

Penanggalan karbon menunjukkan bahwa Piramida Bosnia telah berusia 25.000 tahun.  Dua arkeolog Italia, Dr. Ricarrdo Brett dan Niccolo Bisconti, menemukan sepotong bahan organik pada piramida itu tahun lalu. Mereka mampu melakukan penanggalan karbon terhadap materi tersebut, begitu pula terhadap piramida itu sendiri.  

Penanggalan karbon menunjukkan piramida itu telah berusia 20.000 tahun sebelum peradaban Sumeria dan Babilonia, sehingga diyakini sebagai salah satu peradaban paling awal di dunia.  

Ketika Piramida Bosnia pertama kali ditemukan pada 2005, peneliti hanya bisa mengukur usia lapisan atas tanah yang menyelimuti piramida, yang berumur sekitar 12.000 tahun.  Dr. Semir Osmanagich, seorang peneliti yang bekerja di Piramida Bosnia menuturkan kepada NTDTV, "Materi organik yang ditemukan pada Piramida Sunca dan analisis biologis memberitahu kita bahwa piramida itu berusia lebih dari 12.500 tahun. Dengan demikian ini merupakan piramia tertua yang pernah ditemukan di planet ini."  

Karena piramida itu tertutup tanah dan vegetasi, orang-orang berpikir bahwa itu hanyalah sebuah bukit sampai ditemukan struktur batu di dalamnya. Bukit itu sebelumnya dikenal sebagai Bukit Visoko.  Meskipun banyak ilmuwan lokal yang mendukung penemuan Dr. Osmanagich ini, namun masih ada yang bersikap skeptis.  

Geolog Universitas Boston, Robert Schoch, yang menghabiskan 10 hari di lokasi, mengatakan kepada majalah Smithsonian pada 2009 bahwa piramida itu merupakan bentukan alam.  

Paul Heinrich, seorang arkeolog geologi di Universitas Louisiana State turut mendukung pendapat Schoch. Heinrich mengatakan kepada Smithsonian, "Tanah yang disebut piramida oleh Osmanagich sebenarnya cukup umum ditemukan. Di Amerika Serikat, ia disebut 'flatirons' dan Anda dapat melihatnya dalam jumlah banyak di Amerika Barat."  

Menurut laporan Smithsonian, Enver Buza, seorang pengukur tanah dari Institut Geodesi Sarajevo telah menyatakan dalam makalahnya bahwa piramida itu berorientasi ke utara dengan presisi yang sempurna. Namun ada pula yang mengatakan bahwa kasus piramida Bosnia telah digunakan untuk kepentingan politik.

2. Gobekli Tepe di Turki berusia 11.000 Tahun

Gobekli Tepe, Turki, yang diyakini sebagai tempat ibadah tertua di dunia.

Gobekli Tepe di Turki terdiri dari batu megalitikum besar yang berusia sekitar 6.000 tahun, lebih tua dari Stonehenge di Inggris.  

Arkeolog Klaus Schmidt meyakini bahwa tempat ini adalah tempat ibadah manusia yang tertua, yang telah berusia sekitar 11.000 tahun. Dibangun pada saat para ilmuwan mengatakan bahwa orang-orang bahkan belum mengembangkan teknik pertanian.  

Arkeolog Universitas Stanford, AS, Ian Hodder menuturkan kepada majalah Smithsonian bahwa struktur prasejarah di Gobekli Tepe bisa mengubah pandangan budaya prasejarah dari ilmu pengetahuan.  

"Penanggalan telah dilakukan dengan jelas, tidak ada pertanyaan tentang hal itu," kata Schmidt dalam sebuah wawancara radio Red Ice Creations. Dengan kombinasi penanggalan karbon dan menggunakan usia struktur sekitarnya, Schmidt yakin bahwa Gobekli Tepe setidaknya berusia 11.000 tahun.  

"Fakta yang menarik adalah bahwa masyarakat pemburu dan pengumpul yang diperkirakan hidup pada zaman itu, tidak mungkin dapat menghasilkan situs semacam itu, terutama untuk mengangkut batuan megalitikum," ujar Schmidt.  

Menurut artikel Smithsonian tahun 2008, melalui scan radar penembus tanah, Schmidt dan timnya telah menentukan bahwa setidaknya terdapat 16 cincin megalitikum lainnya yang masih berada bawah tanah seluas 8,8 hektar itu. Bahkan menurut Schmidt, situs itu tidak akan habis tergali dalam kurun waktu 50 tahun.  

Pada situs itu banyak terukir gambar burung pemakan bangkai, unggas air, laba-laba, dan banyak makhluk lainnya.

3. Monumen Yonagumi di Samudera Atlantik, Jepang Berusia 8.000 Tahun

Formasi bawah air yang disebut “The Turtle” di Yonaguni, Kepulauan Ryukyu, Jepang.

Diyakini oleh beberapa ilmuwan bahwa Monumen Yonagumi telah dibangun lebih dari 8.000 tahun yang lalu, sebelum zaman es terakhir.  

Struktur besar di lepas pantai Pulau Yonaguni, Jepang, telah dianggap sebagai bukti majunya peradaban prasejarah pada masa ribuan tahun lebih awal daripada yang tertulis dalam buku-buku teks saat ini.  Jurnalis Inggris, Graham Hancock dan Profesor Masaaki Kimura dari Ryukyu di Okinawa, mempelajari struktur tersebut setelah ditemukan oleh seorang penyelam pada 1987.  

Kimura setuju dengan Hancock bahwa manusialah yang telah membentuk struktur tersebut atau mengubah formasi dari batuan alami.  "Ini terlihat seperti sebuah monumen. Ia memiliki fitur yang sangat misterius. 

Selain itu, juga terdapat serangkaian jejak langkah dan potongan teras di bagian sisinya," kata Hancock kepada BBC.  Selain itu ia juga berorientasi pada arah mata angin. Bagian muka menghadap ke selatan, serta memiliki fitur timur-barat yang mendalam di sepanjang bagian depannya. Situs itu dapat menjadi monumen upacara, ritual, atau agama.  

Sementara itu Robert Schoch, ilmuwan skeptis yang sama dengan kasus Piramida Bosnia, menyatakan ketidaksetujuannya. Dia menuturkan kepada BBC bahwa "monumen" itu memang terlihat seperti buatan manusia, namun menurutnya alam juga bisa membuat formasi itu secara alami.  

"Saya pikir itu harus dianggap sebagai struktur alami sampai terdapat lebih banyak bukti yang ditemukan. Namun, tidak berarti saya merasa bahwa ini adalah kasus yang benar-benar telah tertutup," tulisnya dalam sebuah makalah pada 1999.

4. Teluk Khambhat di Israel berusia 9.500 Tahun

Laut Galilea di Israel

Di bagian bawah dari Danau Kinneret di Israel, yang juga dikenal sebagai Laut Galilea, terdapat struktur raksasa misterius yang diperkirakan berumur lebih dari 9.500 tahun.  Situs misterius tersebut ditemukan oleh National Institute of Ocean Technology pada tahun 2000 di Teluk Khambhat, yang sebelumnya dikenal sebagai Teluk Cambay.  

Struktur melingkar yang terbuat dari batu bulat dan batu karang itu memiliki panjang sekitar 9 kilometer. Situs itu hanya dieksplorasi melalui sonar scanning dan pengerukan.  Menurut Universitas Princeton, AS, setidaknya satu artefak yang ditemukan melalui pengerukan telah diketahui berasal dari tahun 7.500 SM.  

Website Princeton menjelaskan mengapa beberapa arkeolog menolak untuk menerima penanggalan artefak dalam kaitannya dengan struktur itu sendiri adalah karena artefak di situs itu ditemukan melalui pengerukan, dan bukannya melalui penggalian arkeologi yang terkontrol.  Karena hasil pengerukan menyebabkan para arkeolog mengklaim bahwa artefak tersebut secara definitif tidak dapat dikaitkan dengan situs.  

"Ini sangat misterius, sangat menarik, namun intinya adalah kita tidak mengetahui kapan situs itu terbentuk, kita tidak mengetahui apa yang terhubung dengan situs itu, dan kita tidak mengetahui apa fungsinya," kata Dani Nadel kepada Fox News.  

Dani Nadel adalah seorang arkeolog di University of Haifa, Israel, yang bekerja dengan tim untuk mempelajari penemuan tersebut.  

"Kami hanya mengetahui bahwa situs itu eksis, berukuran raksasa, dan merupakan situs yang tidak biasa," tutur Nadel lebih lanjut.  Dan menurut laporan Fox News untuk menggali situs itu bisa menghabiskan biaya ratusan ribu dolar.

5. Jalan Bimini Berusia 12.000 Tahun

Jalan Bimini di Bahama

Dua kelompok pendapat ilmuwan telah saling bertentangan pendapat mengenai masalah struktur bawah air yang dikenal sebagai "Jalan Bimini" di lepas pantai Bahama sejak pertama kali ditemukan pada 1968.  

Salah satu kelompok mengatakan bahwa itu adalah struktur buatan manusia yang telah berusia 12.000-19.000 tahun, dan mencemooh pemahaman konvensional yang menyebutkan bahwa peradaban maju baru berlangsung sekitar 5.000 tahun yang lalu. 

Sementara kelompok yang lain mengatakan bahwa itu adalah bentukan alam.  Psikolog yang beralih menjadi penjelajah, Dr. Greg Little, telah melakukan beberapa penyelaman yang terdokumentasi bersama arkeolog William Donato di lokasi tersebut.  

Donato menjelaskan dalam sebuah email kepada Epoch Times bahwa garis batu membentuk sebuah dinding, yang dikenal sebagai "pemecah ombak", yang dibangun untuk melindungi permukiman prasejarah dari gelombang.  

Selama penyelaman mereka telah mendokumentasikan dalam bentuk film dan foto. Donato dan Little telah menemukan struktur multi susun dan mengatakan bahwa seharusnya situs itu dibentuk oleh manusia.  Duo ilmuwan ini juga mengatakan bahwa mereka menemukan batu jangkar dengan lubang tali yang terukir pada batu.  

Salah satu batu tersebut dianalisis di Universitas Colorado, kemudian diketahui bahwa batu itu memiliki bekas penggunaan alat perkakas, bentukan tampak dibuat dengan sengaja, serta fitur erosi yang mirip dengan jejak langkah kaki.  Little menulis dalam sebuah makalah tahun 2005 tentang analisis aktivasi neutron dibandingkan dengan batu pantai yang terdekat dengan Dinding Bimini.  

Analisis tersebut menunjukkan bahwa batu Bimini memiliki lebih sedikit elemen, dengan demikian hal ini mengungkapkan bahwa situs itu terbentuk di tempat lain dan diangkut ke lokasi tersebut, jadi bukan terbentuk secara alami.  

Sementara Dr. Eugene Shinn, seorang pensiunan ahli geologi yang telah bekerja selama 30 tahun untuk US Geological Survey, berpendapat bahwa Jalan Bimini terdiri dari batu karang pantai. Iklim di wilayah tersebut yang menyebabkan pasir dan bahan di pantai lainnya berubah menjadi semen yang mengeras secara relatif cepat, dan menciptakan batu karang yang tertutup oleh air permukaan laut yang naik.

Taprobana, Julukan Penjelajah Eropa Bagi Sumatra

Peta berjudul "Sumatra-Taprobana" karya Giovanni Battista Ramusio (1485-1557), seorang geografer Italia. Peta yang dipublikasikan pertama kali pada 1565 ini terdapat dalam buku "Raccolta di Navigationi et Viaggi" yang berisi kisah penjelajahan dan perjalanan. Tampaknya saat itu Sumatra masih diasosiasikan dengan Taprobana.

Posisinya yang berada di jalur perdagangan membuat pulau ini dikenal para pedagang Asia Tenggara, bahkan India dan Cina. Pada masa Kerajaan Srivijaya atau sekitar abad ke-7, para pedagang menyebutnya dengan Suvarnabhumi. Namun, bagi para penjelajah samudra asal Eropa abad ke-15, nama Taprobana lebih populer ketimbang nama tersebut.

Taprobana berasal dari bahasa sansekerta, yaitu tamrapani.  Artinya adalah “daun tembaga”. Hingga kini belum diketahui pasti mengapa pulau itu dijulukiTaprobana. Kabar tentang keberadaan pulau ini pertama kali menyebar ke Eropa lewat laporan Megasthenes pada 290 SM. Dia adalah seorang penjelajah Yunani yang pernah melawat ke India.

Meskipun demikian, Claudius Ptolemaeus-lah yang memopulerkan pulau itu lewat bukunya Geographia pada abad ke-2. Dia membagi Asia menjadi 12 bagian. Asia Tenggara dan Cina merupakan bagian ke-11, sedangkan bagian terakhirnya adalah Taprobana.

Tampakya pulau ini masih asing bagi para kartografer dan penjelajah Eropa, setidaknya hingga awal abad ke-16. Bahkan, mereka kerap dibingungkan dengan toponimi Taprobana yang mengacu tak hanya Sumatra, tetapi juga Srilangka.

Namun, akhirnya banyak kartografer yang percaya bahwa Taprobana lantaran menurut Ptolemaeus "ada banyak pulau di sekitar Taprobana, boleh dikata sekitar seribu tiga ratus tujuh puluh delapan."  

Berita pulau di barat Nusantara ini muncul juga dalam catatan Marco Polo yang mengunjunginya pada abad ke-13. Dia menyebut suatu toponimi di Java Minor dengan Samara. Rupanya nama tersebut mengacu pada sebuah istana di pesisir pantai utara pulau itu, Kerajaan Samudra Pasai.

Lalu, Friar Odoric, seorang frater yang mengunjungi pulau itu pada abad ke-14 telah menyebutnya sebagai Sumoltra. Masih dalam abad yang sama, penjelajah asal Maroko bernama Abu Abdullah Ibnu Battuta menyebutnya dengan lafal yang benar, Samudra.

Pada abad ke-15 peta-peta navigasi Arab menyebutnya dengan Shumutra. Sementara Nicolo de Conti, seorang pelancong asal Venesia menggunakan sebutan Sumatra untuk pulau yang pernah ditinggalinya selama setahun.

Kabar tentang Taprobana juga ditemukan dalam catatan Maximilianus Transylvanus. Dia merupakan penulis yang melakukan pencatatan ekspedisi Magellan 1519-1522. Dalam pemeriannya disebutkan bahwa Portugis telah berlayar dari Afrika menuju ke Kalkuta, dan kemudian Taprobana, yang kini disebut Zamatra.

Pada 1540, Sebastian Munster, kartografer asal Jerman, menerbitkan peta berjudul India Extrema XIX Nova Tabula dalam atlas Cosmographia. Sumber utamanya dari pemerian Ptolemaeus  dan mendapat tambahan informasi segar dari pelayaran Portugis (dari barat ke timur) dan pelayaran Magellan (dari timur ke barat). Dia juga memperkaya petanya dengan mengutip informasi dari catatan Marco Polo dan seratusan pelancong dan pedagang yang ditemuinya.

Peta karya Munster itu merupakan peta yang pertama kali menyebut nama Sumatra dengan lokasi yang benar. Dia juga tetap menyandingkan toponimi itu dengan nama lamanya, Taprobana. Keunikan lain, peta tersebut menampilkan untaian kepulauan Nias dan Mentawai—meski tanpa nama—yang tak ditemui dalam peta-peta sebelumnya.

Sumber : national Geographic

Bentuk Pulau Jawa Bingungkan Penjelajah Abad Ke-16

http://dailytorn.blogspot.com/
Peta Asia Tenggara Insulæ Indiæ Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit 1606. Dalam peta ini Hondius membuat catatan berlabuhnya Francis Drake di Cilacap, menandai berakhirnya teka-teki rupa pesisir selatan Jawa, juga bentuk sesungguhnya pulau itu.

Abraham Ortellius, kartografer dan geografer sohor asal Belgia, pernah menerbitkan selembar peta berjudul Indiæ Orientalis pada 1570. Peta itu menggambarkan wilayah Asia Tenggara berikut dengan keletakan pulau-pulaunya. Dia merupakan kartografer pertama yang berpendapat bahwa awalnya benua menjadi satu kemudian terpecah-pecah hingga menemui wujudnya seperti sekarang.

Lantaran minimnya informasi dari penjelajah, Ortellius menampilkan Pulau Jawa berbentuk bulat dengan sisi selatan yang cembung. Bahkan, dalam peta itu Jawa sekitar dua kali lebih luas ketimbang Borneo.

Sementara peta Asia Tenggara karya kartografer Willem Lodewijcksz, yang terbit pada 1598, menampilkan Jawa yang tidak utuh lantaran sisi selatannya terpotong oleh pembatas bingkai bawah. Tampaknya  Lodewijcksz dengan sengaja menyembunyikan kemesteriusan Jawa.

Pertanyaan seperti apakah sisi selatan Jawa tampaknya telah menyeruak di peta-peta kuno. Para kartografer tak kuasa lantaran ketidaktersediaan informasi. Mereka merupakan kartografer yang menyimak kisah-kisah para petualang yang merintis penjelajahan ke dunia timur.

Salah satu petualang asal Venesia yang sohor dan kerap menjadi referensi para kartografer adalah Marco Polo. Dia berkisah tentang perjalanannya ke Asia Tenggara pada abad ke-13.

Meskipun banyak pihak meragukan kisah perjalanannya, beberapa kartografer abad ke-16 dan ke-17 tetap menggunakan toponimi dari pemberian Polo. Celakanya, Marco Polo juga memberikan penggambaran yang absurd tentang Jawa. “Pulau terbesar di dunia,” demikian bentuk Jawa menurut Polo yang berdasar dari “testimoni pelaut-pelaut yang tahu banyak tentang hal itu.”

Para penjelajah Portugis yang menyambangi Nusantara sebelum kedatangan Belanda, punya persepsi sendiri tentang Jawa. Berdasar kisah penghuni pulau tersebut mereka mendapatkan informai bahwa di tengah pulau terdapat gugusan gunung yang melintang dari barat ke timur.

Keadaan geografi itu telah menghentikan komunikasi antara kawasan pantai utara dan selatan. Akibatnya, pelaut Portugis mengurungkan niat untuk segera menjelajahi sisi selatan pesisir Jawa.

Misteri rupa pesisir selatan Jawa terpecahkan pada 1580. Francis Drake, seorang pelaut dan politikus Inggris yang mengelilingi dunia pada 1577 sampai dengan 1580, berjejak di pesisir selatan Jawa. Usai menjelajahi kepulauan Maluku dan melewati celah Timor, Drake dan krunya menyusuri jalur selatan dan mendarat di suatu tempat di pesisir selatan Jawa—tampaknya Cilacap.

Kemudian peta berjudul Insulæ Indiæ Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit pada 1606. Dia menggambar pesisir selatan Jawa hanya dengan garis putus-putus, namun menyisakan garis tegas yang membentuk teluk untuk kawasan pelabuhannya. Hondius menorehkan catatan kecil di titik tersebut, “Huc Franciscus Dra. Appulit,” yang menandai tempat Drake membuang sauhnya.

Sejak terbitnya peta Hondius itu, misteri rupa pesisir selatan Jawa mulai terungkap. Peta-peta setelahnya memberikan gambaran utuh tentang sebuah pulau yang pernah populer di kalangan penjelajah samudra dengan nama Java Major.


Sumber : National geographic

Kisah Priyayi Makassar Dalam Legiun Prancis Abad Ke-17

Patung Louis XIV.

Kisah ini bermula dari sebuah drama di perkampungan Makassar di Ayuthia, Negeri Siam—kini Thailand—pada akhir abad ke-17. Seorang pangeran Makassar, bernama Daeng Mangalle, telah dituduh terlibat dalam persekongkolan muslim yang berencana membunuh Raja Siam.

Akhirnya, tuduhan yang belum terbukti itu telah berujung pada tewasnya Daeng Mangalle dan orang-orang Makassar dalam suatu penyerbuan militer atas perintah Sang Raja. Lelaki ningrat asal Makassar itu meninggalkan dua orang anak berusia belasan tahun. Namanya, Daeng Ruru dan Daeng Tulolo. 

Mungkin karena iba, kantor perwakilan dagang Prancis di Siam memberi kesempatan kedua pangeran malang itu untuk belajar ke Prancis dari. Pada masa itu pendidikan militer untuk anak lelaki telah menjadi tradisi kebanggan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Saat itu pelayaran ke Eropa sungguhlah lama. Keduanya berlayar dengan kapal Coche menuju Eropa pada akhir November 1686, dan baru berjejak di Prancis pada September 1687. Setelah dibaptis, mereka mendapatkan nama kehormatan—bak Raja Prancis. Daeng Ruru bergelar Louis Pierre Makassar, sementara saudaranya Daeng Tulolo mendapat gelar Louis Dauphin Makassar.

Sebagai anak dari tanah seberang benua dan samudra, keduanya mendapat pengajaran bahasa Prancis di kolose jesuit Louis le-Grand. Lembaga sekolah yang didirikan akhir abad ke-16 tersebut, hingga kini masih mengajarkan nilai tradisi Prancis dan mempertahankan tradisi keterbukaan terhadap dunia luar. Setidaknya sepersepuluh dari siswanya selalu berasal dari penjuru dunia. 

Setelah lulus dari kolose jesuit itu mereka diterima di sekolah tinggi Clermont yang bergengsi. Kemudian, keduanya mendapat rekomendasi dari Louis XIV untuk melanjutkan ke sekolah perwira angkatan laut yang pada sohor sebagai perintis sekolah marinir di Prancis. Salah satu syarat untuk diterima menjadi kadet adalah si calon harus berusia di bawah 18 tahun dan berasal dari keluarga ningrat.

Karir marinir Daeng Ruru meroket. Dia lulus tercepat dengan menempuh sekolah selama dua tahun. Pangkatnya letnan muda pada usia 19 tahun—setara letnan di angkatan darat. Setahun kemudian dianugerahi pangkat letnan angkatan laut.

Bantuan keuangan sungguh diperlukan, lantaran Ruru tak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga uang. Tak seperti kakaknya yang berkarir melejit, Daeng Tulolo harus menanti 13 tahun lamanya untuk mendapatkan pangkat letnan muda.

Masa-masa keemasan kedua ningrat itu kian mendekati akhir. Pada 1707, Daeng Ruru bertugas di sebuah kapal yang menyergap kapal-kapal militer Belanda dan membantu armada Spanyol untuk memerangi Inggris di Havana. Ironisnya, Pada 19 Mei 1708 Daeng Ruru tewas karena perkara yang tidak jelas. 

Sementara itu, Daeng Tulolo yang karirnya mentok berpangkat letnan muda, melanjutkan dinasnya di sebuah kapal India. Dia wafat 30 November 1736. Beberapa kolega angkatan laut menghadiri penghormatan terakhir kepada Sang Louis Dauphin Makassar. Suatu kehormatan, keturunan raja-raja Makassar itu dimakamkan di tempat terhormat dalam Gereja Saint-Louis de Brest, barat laut Prancis.

Demikianlah kisah dua bangsawan asal Tanah Daeng yang mengembara hingga ke Prancis. Tampaknya hubungan antara orang Prancis dan orang Indonesia sudah terjalin sejak ratusan tahun silam.

Sumber : National Geographic

Peninggalan Nyata Blackbeard "Pirate of The Caribbean"

http://dailytorn.blogspot.com/
Belenggu besi yang dibalut tali peninggalan kapal Queen Anne's Revenge yang kandas tahun 1718

Kisah bajak laut ternama dari Karibia ternyata bukan kisah film Hollywood semata. Pengungkapan hasil penelitian artefak dari kapal Queen Anne's Revenge yang kandas tahun 1718, membuktikan adanya barang peninggalan dari Blackbeard, Pirate of The Caribbean nyata.

Kapal ini ditemukan arkeolog bersama dengan North Carolina Department of Cultural Resources di lepas pantai Beaufort, North Carolina, kala 1995. Namun, barang-barang peninggalannya baru dipastikan milik Blackbeard pada 2011 silam.

Selama kurun waktu satu dekade, artefak dari kapal ini dipulihkan dan disimpan di East Carolina University, Greenville, North Carolina. Salah satunya adalah belenggu besi yang digunakan untuk mengungkung budak dalam perjalanan menuju Dunia Baru, tawanan untuk tebusan, atau sebagai bentuk hukuman pada anak buah kapal. Belenggu ini dibungkus dengan tali agar tidak bisa dicongkel oleh tahanan.

Tapi perangkat ini nampaknya bukan artefak asli milik Blackbeard, melainkan berasal dari masa pra-Queen Anne's Revenge. Kapal ini dulunya merupakan kapal budak milik Prancis bernama Le Concorde. 

Blackbeard mengambil alih kapal Le Concorde pada 1717, menamainya ulang, dan menggunakannya untuk menebar teror di Laut Karibia hingga pantai kolonial Amerika.

Karir Blackbeard sebagai bajak laut kandas ketika ia tewas dalam pertempuran melawan Angkatan Laut Inggris pada 1718 di lepas pantai North Carolina. Namun, di balik sosoknya yang digambarkan menakutkan, kaum sejarawan menilai bukan kebiasaan Blackbeard untuk membunuh orang.

10 Hewan Manakjubkan Yang Sudah Punah

Berikut ini adalah 10 binatang menakjubkan yang sudah punah

1. Tyrannosaurus rex



Tyrannosaurus rex adalah salah satu karnivora darat terbesar sepanjang masa, dengan panjang sampai 43,3 kaki dan tinggi sekitar 16,6 kaki serta perkiraan berat mencapai 7 ton.Seperti tyrannosaurids lainnya, Tyrannosaurus adalah karnivora berkaki dua dengan tengkorak besar diimbangi dengan ekor berat yang panjang.

Fosil T. rex sudah ditemukan dalam formasi batu Amerika utara yang berasal tiga juta tahun terakhir dari Periode Cretaceous di akhir tahap Maastrichtian, sekitar 68,5-65.500.000 tahun yang lalu.Lebih dari 30 spesimen T. rex telah diidentifikasi, beberapa di antaranya kerangka hampir lengkap.

2. Quagga: setengah zebra, setengah kuda



Salah satu binatang punah paling terkenal di Afrika adalah quagga,subspesies dari zebra, yang pernah ditemukan dalam jumlah besar di Provinsi Cape Afrika Selatan dan bagian selatan Orange Free State.Binatang ini beda dari jenis zebra lain karena hanya memiliki tanda zebra di bagian depan tubuhnya saja.Pada bagian pertengahan, garis-garis memudar dan gelap, ruang antar-garis menjadi lebih luas, dan bagian belakangnya berubah menjadi warna coklat polos.

Quagga liar terakhir di tembak sekitar tahun 1870-an, dan spesimen terakhirnya meninggal di penangkaran pada tanggal 12 Agustus 1883 di kebun binatang Artis Magistra di Amsterdam.

3. Thylacine: Harimau Tasmania



Harimau Tasmania adalah karnivora berkantung yang dikenal terbesar di zaman modern. Berasal dari Australia dan New Guinea, diperkirakan telah punah pada abad ke-20.

4. Sapi Laut



Sebelumnya ditemukan di dekat pantai Asiatic Laut Bering,pada pada 1741 oleh naturalis Georg Steller, yang bepergian dengan explorer Vitus Bering. Sapi laut tumbuh dengan panjang 7,9 meter (25,9 kaki) dan beratnya sampai tiga ton, jauh lebih besar daripada manatee atau dugong.

Hewan ini dinyatakan punah pada tahun 1768.

5. Irish Deer: rusa terbesar yang pernah hidup



Irlandia Elk atau Rusa Raksasa, adalah rusa terbesar yang pernah hidup. Ia tinggal di Eurasia.Spesies terakhir hewan ini diperkirakan hidup sekitar 5.700 BC, atau sekitar 7.700 tahun yang lalu.Rusa ini memiliki ukuran sekitar 2,1 meter atau 7 kaki tinggi sampai di bahunya,dan memiliki tanduk tanduk terbesar dari setiap cervid dikenal yakni sekitar 3,65 meters/12 meter dari ujung ke ujung dan beratnya mencapai 90 pon.

6. Caspian Tiger: terbesar ketiga

http://dailytorn.blogspot.com/


Caspian Tiger atau harimau Persia adalah subspesies harimau barat, ditemukan di Iran, Irak, Afghanistan, Turki, Mongolia, Kazakhstan, Kaukasus, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan dan tidak terlihat lagi di tahun 1970-an. Dari semua harimau yang dikenal di dunia, harimau Caspian adalah terbesar ketiga.

7. Aurochs: jenis hewan ternak yang sangat besar

http://dailytorn.blogspot.com/


Salah satu binatang punah paling terkenal di Eropa, aurochs atau urus (Bos primigenius) adalah jenis hewan ternak yang sangat besar.Aurochs berkembang di India sekitar dua juta tahun yang lalu, bermigrasi ke Timur Tengah dan lebih lanjut ke Asia, dan mencapai Eropa sekitar 250.000 tahun yang lalu.

Hewan ini dinyatakan punah pada tahun 1627

8.  Great Auk

http://dailytorn.blogspot.com/


The Great Auk adalah satu-satunya spesies dalam genus Pinguinus yang bisa terbang.Jika berdiri,hewan ini memiliki tinggi sekitar 75 cm atau 30-34 inci dan berat 5kg.Bulunya berwarna hitam putih.

Hewan ini punah tahun 1844

9. Singa Gua :Cave Lion

http://dailytorn.blogspot.com/


Singa gua atau dikenal juga sebagai European or Eurasian cave lion, adalah subspesies singa yang punah kemudian diketahui keberadaannya melalui fosil.Subspesies ini adalah salah satu singa terbesar. Seekor jantan dewasa, yang ditemukan pada tahun 1985 dekat Siegsdorf (Jerman), memiliki tinggi bahu sekitar 1,2 m dan panjang 2,1 m tanpa ekor.

Hewan ini punah 2000 tahun yang lalu. 

10. Burung Dodo

http://dailytorn.blogspot.com/


Burung Dodo (Raphus cucullatus) adalah burung yang tidak dapat terbang yang hidup di pulau Mauritius.Burung ini berhubungan dengan merpati. Burung ini memiliki tinggi sekitar satu meter, pemakan buah-buahan, dan bersarang di tanah.

Dodo punah antara pertengahan sampai akhir abad ke-17. Kepunahannya sering dijadikan arketipe karena terjadi dalam sejarah manusia dan akibat aktivitas manusia.

Indonesia Rayakan Hari UFO Sedunia

http://dailytorn.blogspot.com/

Indonesia menjadi satu dari 26 negara yang juga ikut merayakan hari UFO sedunia pada Selasa (2/7). Bagaimana cara merayakannya?

Pertama kali dirayakan pada 2001, hari UFO sedunia adalah hari yang didedikasikan khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan benda terbang tak dikenal dan juga makhluk angkasa luar.

Hari UFO sedunia atau World UFO Day, sebelumnya dirayakan pada dua hari yang berbeda, yakni pada 24 Juni dan 2 Juli.

24 Juli adalah tanggal saat pilot Kenneth Arnold mengaku melihat sembilan pesawat UFO di dekat Gunung Rainier, Washington pada 1947 yang kemudian dipopulerkan oleh media dengan sebutan 'piring terbang'.

Sedangkan 2 Juli adalah tanggal terjadinya insiden jatuhnya pesawat UFO di Roswell, New Mexico pada 1947 yang kemudian menjadi insiden UFO paling populer.

WUFODO (World UFO Day Organizations) akhirnya menetapkan bahwa 2 Juli menjadi hari UFO sedunia untuk menghindari kebingungan akan dua tanggal berbeda.

Hari UFO sedunia selama ini selalu digunakan untuk mendorong pemerintah memberikan apa yang mereka sebenarnya ketahui tentang penampakan UFO di sepanjang sejarah.

Bukan rahasia lagi jika banyak pemerintah di negara-negara diseluruh dunia diduga menyembunyikan informasi sebenarnya tentang UFO.

Pemerintah AS, misalnya, mereka banyak diyakini memiliki informasi tersembunyi tentang UFO di militer mereka. Negeri Paman Sam tersebut merupakan negara dengan penampakan UFO terbanyak di seluruh dunia.

Situs resmi World UFO Day menyatakan orang-orang yang mempercayai keberadaan UFO dapat merayakan dengan caranya masing-masing. Di hari ini, orang-orang biasanya mengamati langit bersama-sama dan melakukan berbagai kegiatan yang bertemakan UFO.

WUFODO juga banyak menyelenggarakan kumpul-kumpul di banyak negara. Untuk Indonesia, organisasi Indonesian UFO Hunters telah terdaftar dalam laman events di situs resmi WUFODO.

Sejumlah kelompok pemerhati UFO di Indonesia seperti @betaufo dan @UFONESIA juga tidak akan melewatkan untuk ikut merayakannya pada hari ini.

Dalam gambar acara resminya, World UFO Day menampilkan bendera Indonesia diantara 18 bendera negara lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penampakan UFO terbanyak di seluruh dunia.


Sumber : Inilah.com

7 Mata Uang Tertua di Indonesia

Negara indonesia (atau lebih saya sebut sebagai nusantara) terbilang sebagai salah satu kawasan yang mempunyai peradaban yang cukup tinggi dan maju, namun dalam urusan mata uang, indonesia masih terbilang muda dalam mengenal mata uang. tercatat negeri ini baru mempunyai uang resmi pada abad ke 8, itupun karena adanya pengaruh dari negara-negara tetangga yang saat itu sudah mempunyai mata uang sendiri (China dan India)

berikut ini, kami berikan daftar 7 mata uang tertua di indonesia :


1. Uang Syailendra (850 M)

Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :

* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak

Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).

Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola “Bunga Cendana”.

2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)

Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.

Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

3. Uang "Ma", (Abad ke-12)

Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.

Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.

4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)

pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.

5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)

Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.

6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)

Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)

Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.

Inilah Sekolah Tertua Di Dunia


Sekolah tertua di dunia itu ada di negeri China, Tepatnya di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan, salah satu provinsi terbesar di China. Chengdu Shishi High School adalah sekolah tertua di dunia ini, diperkenalkan pertama kali pada masa Dinasti Han pada sekitar tahun 143 – 141 sebelum Masehi!.

Chengdu Shishi High School ini didirikan oleh Gubernur bernama Wen Wang. Diberi nama Chengdu Shishi yang memiliki arti “Stone House” karena bahan konstruksi yang digunakan untuk sekolah ini dari batu. Chengdu Shishi High School ini sempat hangus karena kebakaran tapi direnovasi kembali oleh Dinasti Ming pada tahun 194 setelah Masehi.


Kini, sekolah ini memiliki reputasi yang sangat baik dalam prestasi secara provinsi maupun nasional. Bisa dilihat dari sejarahnya bagaimana mereka berhasil mengirimkan 100% anak didikannya untuk masuk ke kampus atau universitas pilihan. Selain itu sekolah ini juga punya prestasi telah memenangkan 36 penghargaan di bidang sains sejak 2000. Pada tahun 2008, 2 siswa mereka berhasil mendapatkan peringkat 1 dan 2 dalam tes penerimaan masuk universitas di provinsi Sichuan.


Selain itu, sekarang sekolah ini sudah memiliki kurang lebih 300 tenaga pendidik dan juga 3.000 siswa dari umur 16-18 tahun. Atmosfer di sekolah ini juga sangat mendukung teciptanya prestasi anak-anak didiknya. Ada kantin sendiri, klinik, perpustakaan yang lengkap, fasilitas multimedia di setiap ruangan kelas. Kalau udah gini, prestasi pasti udah jadi hal wajib ya? 


Sumber : viva forum

10 Orang Paling Tua Di Dunia


Panjang umur merupakan anugerah Tuhan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Apalagi masih bisa menikmati hidup di usia senja. Seperti itulah yang dirasakan oleh 10 orang paling tua sejagat ini. Mereka bertahan melintasi sejarah dan hidup nyaman hingga akhir hayat.

Dilansir dari situs listverse.com, kebanyakan mereka berumur panjang yakni perempuan. Hanya ada satu lelaki masuk dalam daftar. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Kamato Hongo

Kamato Hongo asal Jepang menjadi salah satu orang hidup paling lama di muka bumi. Usianya saat meninggal pada 2003 yakni 116 tahun 45 hari. Hongo tiada sebab penyakit radang paru-paru dideritanya.

Hongo lahir pada 16 September 1887 di sebuah pulau kecil Kota Takunoshima. Saat namanya masuk menjadi daftar orang tertua sejagat, perempuan ini langsung menjadi selebritas. Wajah keriputnya tercetak di pelbagai benda mulai dari kaos, gantungan kunci, kartu telepon, dan lain-lain.

Hongo melewati beberapa peristiwa penting terjadi sejagat termasuk Perang Dunia I dan II.

2. Carrie White
Carrie White tersohor sebab namanya tercatat dalam rekor dunia sebagai salah satu orang tertua sejagat. Perempuan ini lahir di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, pada 18 November 1874. Dia meninggal di usia 116 tahun 88 hari.

Masa tuanya dia habiskan di sebuah panti jompo. Dia masuk ke situ bukan hanya masalah umur namun juga mengatasi masalah ketakutannya ditinggal sendirian.

3. Elizabeth Bolden



Elizabeth Bolden lahir di Kota Tennessee, Amerika Serikat 15 Agustus 1890. Dia menjadi salah satu orang tertua di dunia. Dia juga salah satu dari tujuh orang berhasil hidup hingga usia 116 tahun.

Bolden memiliki tujuh anak namun hanya dua yang berhasil bertahan hingga kematian dia pada 2006. Umurnya pada saat dia meninggal yakni 116 tahun 118 hari.

Di usia sangat senja Bolden telah memiliki 40 cucu, dan 420 cicit.

4. Tane Ikai
Tane Ikai salah satu orang paling tua pernah ada sejagat. Usianya saat tiada yakni 116 tahun 175 hari.

Ikai lahir di Jepang 18 Januari 1879 dan meninggal pada 12 Juli 1995. Perempuan ini padahal sudah terkena stroke sejak usia 93 tahun namun bisa bertahan dengan diet makan bubur sehari tiga kali. Setelah dia tiada, jenazahnya diotopsi untuk pelbagai kepentingan medis. Dia diketahui menjadi satu-satunya orang paling tua yang mayatnya menjadi penelitian.

5. Maria Esther Heredia de Capovilla 


Maria Esther Heredia de Capovilla punya umur yang panjangnya sama dengan nama dia. Perempuan ini meninggal di usia 116 tahun 347 hari, atau mendekati 117 tahun.

Maria lahir di Ekuador 14 September 1889 dan meninggal pada 27 Agustus 2006. Perempuan ini berasal dari kalangan bangsawan namun jarang mengikuti gaya hidup sosialita seperti merokok dan minum minuman keras.

Bahkan sebelum meninggal Maria masih mampu melihat televisi, membaca koran, dan berjalan tanpa bantuan tongkat.

6. Marie Louise Milleur


Marie Louise Milleur lahir di Kanada 29 Agustus 1880 dan meninggal pada 16 April 1998. Usianya saat tiada yakni 117 tahun 230 hari.

Dia tercatat menjadi perempuan tertua sejagat pernah ada. Mendekati ajal dia diketahui punya penyakit pembekuan darah. Saat tiada, anak-anaknya tidak ada yang mengetahui lantara Milleur sudah tergolek lemah di ranjang sejak usia 90 tahun. Namun keluarganya tahu dia wafat sebab dalam sehari tidak berteriak meminta rokok. Milleur seorang vegetarian dan pecandu nikotin berat.

7. Lucy Hannah


Lucy Hannah lahir di Amerika Serikat 16 Juli 1875 dan meninggal pada 21 Maret 1993. Usianya saat tiada 117 tahun, 248 hari.

Dia menjadi salah satu orang Amerika paling tua sepanjang sejarah Negara Adidaya itu. Hannah pernah mengalami perbudakan hingga akhirnya Presiden Abraham Lincoln membebaskannya dari pratik keji itu.

8. Sarah Knauss


Sarah Knauss salah seorang paling panjang umur tinggal di Amerika Serikat. Dia meninggal dua hari sebelum tahun 2000.

Knauss dikenal sebagai perempuan selalu tersenyum, tidak pernah dirundung masalah, dan menikmati hidup. Dia malah memperbanyak kegiatan di usia senja seperti bermain golf, menonton televisi, memakan coklat, dia juga gemar berbelanja dan berdandan dengan seleranya yang kelas tinggi.

Knauss meninggal dengan tenang pada 30 Desember 1999 di usia 119 tahun 97 hari.

9. Shigechiyo Izumi


Shigechiyo Izumi lahir di Jepang 19 Juni 1865 dan meninggal pada 21 Februari 1986. satu-satunya lelaki dalam daftar yang menjadi orang paling lama hidup sejagat yakni 120 tahun 237 hari.

Ada banyak teori mengapa lelaki lebih sebentar hidup dari perempuan, salah satunya lantaran tingkat stress kaum adam lebih banyak ketimbang kaum hawa.

Nama Izumi tercatat pertama kali dalam lembaga sensus Jepang pada 1871. Dia juga menjadi pekerja tangguh hingga usia 98 tahun. Menurut dia, hidupnya lama sebab percaya Tuhan, menjalani keseimbangan diajarkan Buddha, dan matahari. Dia juga menjadi saksi banyak pergantian perdana menteri di Negara Matahari Terbit itu sebanyak 71 kali.

10. Jeanne Calment

Jeanne Calment berada di peringkat pertama mereka yang tercatat sebagai orang paling tua sejagat. Usianya saat meninggal yakni 122 tahun 164 hari.

Calment lahir di Prancis 21 Februari 185 dan tiada pada 4 Agustus 1997. Semasa hidupnya dia sudah bertemu pelbagai pesohor penting salah satunya pelukis Vincent Van Gogh. 
Sumber: Merdeka.com