UFO Berbentuk Roda Terlihat Dalam Foto Apollo 8

http://dailytorn.blogspot.com/

Berikut ini adalah foto Bumi yang diambil oleh pesawat Apollo 8 yang mengorbit Bumi tahun 1968.Tampak terlihat dalam foto tersebut seperti objek aneh yang berada di dekat Bumi.

Berikut kutipan dari ufoshigtingdaily

Objek tersebut ditemukan bukan 1 foto melainkan 2 foto dalam arsip NASA oleh Streetcap1 dari Youtube.Dia punya mata yang baik dan merupakan ahli dalam menemukan bukti alien di foto dan arsip
NASA.Yang satu ini tampak seperti roda, mungkinkah Ezekiels Wheel legendaris dari zaman kuno? dan tidak jauh dari objek tersebut terdapat objek seperti bola (Drone) atau roda lain di kejauhan.

Sumber foto 1 :  http://eol.jsc.nasa.gov/sseop/images/ISD/highres/AS08/AS08-14-2532.JPG

Sumber foto 2 : http://eol.jsc.nasa.gov/sseop/images/ISD/highres/AS08/AS08-14-2534.JPG







Sumber: Ufoshigtingdaily

5 Ikan Asin Paling Mewah Dari Indonesia

1.Ikan Teri Medan(Halus) 



Price: Rp.± 70.000 Ikan teri medan yang gurih dan lezat menjadikan ikan asin ini menjadi ikan asin terfavorit diantara ikan asin lain dan menjadikan ikan ini menjadi ikan asin termahal di Indonesia.

2.Ikan Asin Cumi- Cumi




Price:Rp.± 47.500
Ikan Cumi- Cumi adalah ikan yang familyar bagi penduduk indonesia karna ikan yang terasa gurih ini juga mudah didapat, akan terasa lebih enak jika dibuat ikan asin. Dan menjadikan ikan ini menjadi Top 2 Ikan asin.

3.Ikan Teri Biasa (ITB)




Price:Rp.± 32.000
Ikan Teri, rasanya yang enak dan mudah didapat, juga gampang diolah membuat ikan ini berhasil menjadi peringkat ke 3 di nominasi ikan asin.

4.Ikan Katamba




Price:Rp.± 30.500
Ikan Ketamba, ikan yang familiar bagi beberapa orang. biasanya ikan ini mudah ditemui di pelelangan ikan (Bagian Ikan Asin). Dagingnya yang lunak juga rasanya yang enak membuat ikan ini menjadi Top 4.

5.Gurita Asin


Price: Rp.± 20.500
Gurita, hewan yang biasa ditemukan di pinggiran pantai ini ternyata dapat dijadikan ikan asin. Rasanya lumayan jika dibandingkan ikan asin yang lain.

Mungkinkah Manusia Mengebor Bumi Sampai Tembus?


Tentu saja tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Sekarang, tampaknya mustahil manusia bisa mengebor bumi sampai tembus. Entah di masa-masa mendatang, barangkali manusia menemukan teknologi yang lebih maju di bidang pengeboran.
Yang jelas, bola bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer atau lebih dari 12 juta meter. Jadi, kalau manusia ingin mengebor bumi sampai tembus, diperlukan alat bor yang panjangnya lebih dari 12 juta meter. Wow…, panjang sekali.

Selain itu, suhu di inti bumi sangat panas. Inti bumi terdiri dari nikel beku setebal 1.370 km dan suhu mencapai 4.000 0C. Wow, panas sekali, ya? Apa alat bornya tidak meleleh pada suhu setinggi itu?

silahkan dilihat gambar dibawah ini


Pengeboran Terdalam
Bumi terdiri atas empat lapisan yang berbeda. Para ahli geologi menyatakan, sejak bumi mendingin 4,6 milyar tahun lalu, material yang berat “tenggelam”, sedangkan materi yang ringan muncul ke permukaan. Karenanya, lapisan kulit bumi terbuat terbuat dari materi yang ringan seperti batu granit. Sedangkan bagian dalam bumi berisi logam berat seperti nikel dan besi.

Kulit bumi adalah tempat yang kita tinggali ini. Di bawahnya adalah mantle (mantel), berupa materi berbentuk pasta seperti bubur. Inti bumi sangat panas dan memiliki tekanan yang sangat tinggi. Tubuh manusia akan hancur seperti perkedel jika datang ke pusat inti bumi karena tekanan yang sangat tinggi.

Manusia melakukan pengeboran bumi untuk beragam alasan. Untuk penelitian, mencari minyak, air, atau tujuan lain. Manusia sudah berhasil meneliti lapisan kulit bumi, tetapi inti bumi masih menjadi misteri.

Pengeboran minyak bumi biasanya ”tidak dalam”. Pada kedalaman 6.000 meter, minyak sudah ditemukan. Pengeboran terdalam yang pernah dilakukan manusia adalah yang dilakukan di Kola Peninsula, Rusia. Pengeboran itu dimulai pada 1970 dan mencapai kedalaman 12.262 meter pada tahun 1994. Teknik pengeboran tidak dengan memutar alat bor, tetapi ditekan sedikit demi sedikit sambil mengeluarkan lumpur.

Tujuan pengeboran Kola Peninsula adalah 15 ribu meter. Tetapi tidak berhasil. Pada kedalaman itu, suhu mencapai bisa mencapai 300 derajat celcius atau bahkan lebih tinggi lagi. Terlalu panas untuk mengoperasikan alat bor di sana.

Pengeboran lain yang cukup dalam dilakukan di laut Kaspia. Mencapai kedalaman hampir sedalam di Kola Peninsula. Selain itu, ada pengeboran untuk riset di Bertha Rogers, Oklahoma, Texas dengan kedalaman 9.583 meter.

Pada pengeboran di Peninsula, tidak ditemukan minyak atau sumber alam. Tetapi ilmuwan berhasil mempelajari susunan lapisan bumi, termasuk lempeng yang berkaitan dengan gempa bumi serta komposisi fisik dan kimia dari inti bumi.




Tidak selamanya manusia melakukan pengeboran dari darat. Manusia juga melakukan pengeboran di laut. Bisa dengan menririkan pangkalan bor di laut, biasa disebut rig. Bisa juga mengebor melalui kapal, seperti kapal “Joides Resolution”. Kapal Joides Resolution memiliki tujuh lantai, milik Joint Oceanographic Institute yang bergerak di bidang penelitian ilmiah.

Nah, manusia telah mampu mengebor ke bumi sedalam lebih dari 12 ribu meter. Padahal diameter bumi mencapai 12 juta meter. Jadi, baru satu dibanding seribu. Mungkinkah suatu saat manusia bisa mengebor bumi sampai tembus?


Sumber : Forum viva

Inilah Penyebab Suara Dapat Pecahkan Gelas


Dapatkah Suara Penyanyi Memecahkan Gelas?
ILUSTRASI
Lengkingan suara tinggi hingga memecahkan kaca ternyata tidak hanya dijumpai dalam tayangan film. Seorang penyanyi yang melantunkan suara pada frekuensi dan amplifikasi yang tepat dapat memecahkan kaca.

Pengaruh suara penyanyi pada kaca telah dibuktikan tahun 2005. Ketika itu, penyanyi rock Jamie Vendera direkrut oleh Discovery Channel dalam program "Mythbusters" untuk menguji suara yang kuat.

"Butuh beberapa kali mencoba, tapi ia akhirnya mampu menghancurkan gelas anggur dengan suaranya," tulis Livescience, Jumat 31 Mei 2013.

Sesuai hukum fisika, semua benda memiliki frekuensi alami, yaitu frekuensi yang bisa membuat suatu obyek bergetar. Jika sebuah garpu diketukkan ke gelas anggur, suara mendengung yang dihasilkan itulah frekuensi alaminya.

Nah, suara manusia juga mampu memproduksi frekuensi alami yang sama yang dapat menggetarkan kaca. Fenomena yang dikenal sebagai resonansi ini terjadi karena suara penyanyi memindahkan partikel udara di dekatnya hingga menabrak kaca seperti gelombang yang tak terlihat.




Ketika suara penyanyi diperkuat, gelombang ini akan merambat lebih kuat. Dengan amplifikasi yang tepat, kaca bisa bergetar begitu kuat hingga pecah.

Tentu saja, untuk mendapatkan hasil yang dramatis seperti itu, kondisinya harus tepat. Akan lebih mudah bagi penyanyi untuk, misalnya, memecahkan kaca yang sangat tipis. Apalagi jika gelas anggur sudah memiliki beberapa retakan kecil, akan lebih mudah bagi penyanyi untuk menghancurkannya hingga berkeping-keping.

Sumber : Tempo

Jembatan Purba Di China Tidak Dibangun Oleh Manusia?

Yellow Mountains di China memiliki ketinggian yang menakjubkan. Pegunungan tersebut sangat tinggi hingga Anda bisa melihat bagaimana puncaknya bersentuhan dengan awan. Bahkan Anda bisa melihat awan yang melewati bagian pinggir gunung.

Namun bukan itu yang menarik dari Yellow Mountains. Salah satu gunung di sana, yaitu Mount Tai memiliki jembatan yang cukup unik. Jembatan bernama Immortal Bridge tersebut tak berbentuk seperti jembatan kebanyakan. Jembatan ini hanya terbuat dari tiga batu sangat besar dan beberapa batu kecil yang ditumpuk.

Immortal bridge
Immortal bridge yang terbuat dari batu-batu besar

Warga setempat percaya bahwa jembatan tersebut tidak dibuat oleh manusia. Mereka percaya bahwa manusia biasa tak akan bisa menyusun batu-batu besar tersebut dengan mudah, apalagi membuatnya menjadi jembatan. Beberapa menyebutkan bahwa Immortal bridge telah ada sejak zaman es. Untuk itulah, namanya Immortal Bridge, atau jembatan kekal, seperti dilansir oleh Planet Oddity (17/06/11).

Bagian bawah jembatan ini adalah lembah, namun beberapa meter di sebelah selatannya terdapat jurang yang belum diketahui dasarnya. Jika lewat di sana sebaiknya Anda berhati-hati agar tak jatuh.

Melewati jembatan ini tak semudah kelihatannya. Tak seperti jembatan lain yang bisa dilewati hanya dengan berjalan, Anda harus mendaki jembatan baru di Mount Tai ini. Tentunya Anda tak boleh sampai tergelincir dan sangat berhati-hati jika ingin sampai ke seberang dengan selamat.

Sumber : Merdeka.com

Bangkai Hewan Misterius Ditemukan Di Wales

Seekor makhluk aneh berwajah kuda berbadan babi dan bercakar seperti beruang ditemukan teronggok mati di pinggiran pantai Wales Selatan.

Makhluk tersebut pertama kali ditemukan oleh anjing milik Peter Bailey di pantai Tenby, Wales Selatan. Ketika ditemukan, hewan ini sudah tergolek tak bergerak di atas pasir pantai.

Seperti dilansir The Sun (28/02), makhluk tersebut memiliki ukuran lebih besar dari anjing dengan raut wajah seperti kuda, berbadan tambun mirip babi dan mempunyai cakar seperti tangan beruang.


makhluk aneh
Satu hal yang menjadikan makhluk tersebut semakin aneh adalah, di beberapa bagian tubuhnya ditumbuhi bulu atau rambut. Setelah mengabadikan gambarnya, Peter membawa foto makhluk tersebut ke Dr Dan Forman, seorang peneliti dari Swansea University.

Ketika diperlihatkan foto makhluk tersebut, Dr Forman tidak dapat memberikan penjelasan karena dia sendiri juga terkejut akan sosok hewan aneh itu.


Sumber : Merdeka 

Spesies Burung Paling Purba di Muka Bumi Ditemukan


Rangka dan rekonstruksi Aurornis xui menawarkan dua wajah burung paling purba di dunia.
Dinobatkan selama 150 tahun sebagai leluhur dari seluruh burung yang ada di muka Bumi dan sejak dua tahun lalu terdegradasi menjadi kelas dinosaurus bersayap, Archaeopteryx kehilangan tahtanya pada Rabu (29/5/2013).

Dalam publikasi di edisi terbaru jurnal Nature, ilmuwan China menyatakan telah menemukan fosil yang merujuk pada burung yang lebih purba dari Archaeopteryx.

Sejak penemuan spesimen Archaeopteryx di Bavaria pada tahun 1861, kebanyakan pakar evolusi menempatkan Archaeopteryx pada dasar dari seluruh golongan burung purba, Avialae, golongan di mana seluruh burung mulai berkembang.

Archaeopteryx ditemukan hanya dua tahun sebelum Charles Darwin memublikasikan bukunya yang mengguncang dunia, The Origin of Species, dan telah lama diangkat menjadi studi kasus evolusi dari dinosaurus ke burung.

Pada tahun 2011, ilmuwan China menyatakan bahwa mereka telah menemukan dinosaurus berbulu, bukan burung, yang memiliki banyak kesamaan karakteristik dengan Archaeopteryx.

Hasil penemuan tersebut dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Archaeopteryx bukan burung, tetapi termasuk dalam golongan Deinonychus, dinosaurus berbulu yang punya kenampakan mirip burung.

Kini, semuanya berubah lagi. Dalam penggalian yang dilakukan di Tiaojishan Formation, Liaoning Province, wilayah timur laut China, ilmuwan menemukan spesies berbulu dari masa Jurasic.

Spesies baru yang ditemukan dinamai Aurornis xui.

Diuraikan Discovery, Rabu, nama Aurornis xui diambil dari kata "Aurora" yang dalam bahasa latin berarti permulaan atau fajar serta "xui" yang merujuk pada palaentolog China, Xu Xing, yang punya spesialisasi pada dinosaurus berbulu dan spesies transisi antara dinosaurus dan burung.

Berdasarkan penemuan tersebut, Pascal Godefroit, dari the Royal Belgian Institute of Natural Science, yang memimpin penelitian mengatakan, "kami sampai pada pohon keluarga yang terdefinisikan dengan jelas dan kuat."

"Kami bisa menunjukkan bahwa Archaeopteryx memang merupakan burung primitif, dan makhluk kecil yang kita temukan merupakan burung yang lebih primitif lagi," jelas Godefroit.

"Untuk saat ini, Aurornis xui merupakan spesies burung tertua yang diketahui manusia," sambung Godefroit seperti dikutip AFP, Kamis (30/5/2013).

Aurornis xui hidup 150 juta tahun lalu. Spesies ini berukuran panjang sekitar 50 cm dan mungkin mampu berlari dengan sangat cepat.

"Gigi kecilnya memungkinkan kita untuk menduga bahwa makhluk ini mungkin memakan serangga," papar Godefroit.

Sementara Andrea Cau, palaentolog hewan bertulang belakang dari Museo Geologico Giovanni Capellini di Italia, seperti dikutip Discovery mengatakan, "Burung ini seperti burung darat, tetapi memiliki ekor panjang, tangan dengan cakar dan rahang yang bergigi." 


Sumber : Kompas.com