Home » , » Pandangan Agama Tentang Kehidupan Alien

Pandangan Agama Tentang Kehidupan Alien


Kehidupan lain di luar Bumi sudah menjadi bahasan sekaligus perdebatan para ilmuwan. Diyakini di luar Bumi terdapat kehidupan, maka riset dan eksplorasi pun digelorakan untuk membuktikan benar atau tidaknya adanya kehidupan di luar Bumi yang kadang disebut kehidupan asing alias alien.   

Perdebatan tak langsung tentang adanya kehidupan luar Bumi tak hanya mengemuka di kalangan ilmuwan saja. Dalam literatur keyakinan agama pun ada beragam pandangan mengenai keberadaan kehidupan di luar Bumi itu.   Hal itu tercantum dalam sebuah buku baru karangan David Weintraub, profesor astronomi Universitas Vandernilt, Amerika Serikat.  

Dalam bukunya yang bertajuk Religions and Extraterrestrial Life, Weintraub menggambarkan bagaimana pendapat para pemuka agama dan ahli agama tentang kehidupan luar Bumi itu. Ia mengaku telah mewawancarai 20 pemuka dari agama besar dan aliran keyakinan yang ada di dunia.   

Disebutkan dalam laporan Weintraub, hasil poling opini publik Amerika menunjukkan sekitar seperlima sampai sepertiga publik Amerika mengaku percaya dengan adanya mahluk luar angkasa. Hasil itu dirangkum dari berbagai afiliasi keagamaan yang terdiri dari ateis (55 persen), muslim (44 persen), Yahudi (37 persen), Hindu (36 persen), dan Kristen (32 persen).   

Weintraub melanjutkan, berdasarkan kajian yang didalaminya, agama-agama yang berasal dari Asia, mengalami kesulitan untuk menerima kehidupan luar Bumi. Misalnya, ia menuliskan beberapa pemikir Hindu berspekulasi manusia dapat bereinkarnasi sebagai alien, sedangkan dalam keyakinan kosmologi orang Budha memandang ada ribuan kehidupan di alam semesta.   

Sementara itu, hasil kajian Weintraub dalam keyakinan Islam, berdasarkan Al Quran, disebutkan mendukung gagasan adanya mahluk spiritual yang ada di planet lain. Namun, tegasnya, mahluk luar Bumi itu kemungkinan tak menerapkan praktik Islam seperti yang ada di Bumi.   

"Seperti agama-agama lain, Islam memiliki tradisi fundamentalis dan konservatif. Setiap muslim, bagaimana pun mungkin akan setuju secara profetik mengungkapkan Islam merupakan seperangkat praktik yang dirancang untuk manusia di Bumi," tulis Weintraub.   

Pada perspektif kajian kitab suci Yahudi, ahli astronomi itu menemukan keyakinan keberadaan kehidupan di luar Bumi. Ruang angkasa menurut keyakinan ini tak terbatas dan berisi hal-hal potensial yang tak terbatas dari dunia.  

Weintraub menambahkan orang Yahudi menganggap penemuan makhluk asing luar Bumi tak akan banyak berpengaruh kepada kehidupan mereka.   

Apakah Alien Punya Dosa?  

Kajian lain juga didapatkan di antara penganut agama Kristen. Menurut kepercayaan Katolik Roma, tulis Weintraub, meyakini kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.   

Hal yang menjadi perdebatan, bila memang ada misalnya makhluk di luar Bumi, apakah makhluk itu bakal dikenai hukum seperti keyakinan Kristen. Misalnya apakah makhluk luar Bumi akan mendapat dosa asal dan apakah memerlukan penebusan.   

Untuk keyakinan Protestan, ditemukan memiliki hal berbeda terkait pertanyaan kehidupan makhluk di luar Bumi. Penulis buku itu mendasarkan pada pakar agama Lutheran, Paul Tillich. Pada keyakinan ini menganggap keselamatan bersifat universal dan penyelamatan Tuhan ada di mana-mana.   

Namun, ditegaskan dalam keyakinan ini, ada kemungkinan ketentuan itu bisa berbeda antara manusia dan makhluk luar Bumi.   

Pandangan para pemuka Kristen Injili dan Kristen fundamentalis, menurut Weintraub, dipandang cukup sulit untuk menjawab pertanyaan seputar kehidupan luar Bumi. Sebab, keyakinan ini menganggap kehidupan hanya ada di Bumi.   

"Sebagian besar pemimpin Kristen Injili dan Kristen fudamentalis berpendapat cukup kuat bahwa Alkitab menjelaskan kehidupan luar Bumi tidak ada," tulisnya.   

Di luar perbedaan perspektif itu, kini para astronom memang makin gencar untuk membuktikan kehidupan luar Bumi. Berbagai misi dilakukan misalnya misi koloni dan eksplorasi di Planet Mars dan Bulan.  

Astronom juga aktif untuk mendeteksi planet luar Tata Surya yang nantinya dikaji apakah planet ini memiliki karakter yang sama dengan Bumi.

0 komentar:

Post a Comment