Home » » Hacker Coba Tembus Situs Israel Sebanyak 60 Juta Kali

Hacker Coba Tembus Situs Israel Sebanyak 60 Juta Kali


Warga Palestina membawa jenazah seorang bocah dari bawah reruntuhan setelah serangan udara Israel di Gaza pada 18 November 2012
Warga Palestina membawa jenazah seorang bocah dari bawah reruntuhan setelah serangan udara Israel di Gaza pada 18 November 2012
Perang Israel-Palestina merambah ke dunia cyber. Sekelompok peretas atau hacker yang menamai diri mereka 'Anonymous' mendeklarasikan perang cyber melawan Israel.

Deklarasi ini sebagai balasan atas ancaman Israel yang akan memblokir akses internet di Palestina. Israel sebelumnya, mengumumkan perang terhadap Palestina di tiga lini, fisik, sosial, dan cyber, seperti dikutip dari laman Dailymail edisi 20 November 2012.

Seiring pasukan pertahanan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Palestina, kelompok peretas inipun mencoba melumpuhkan situs Israel dan jaringan pemerintah.

Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz mengakui, kelompok itu--bersama pemrotes Israel lainnya-- memborbardir situs-situs Israel dengan 60 juta kali upaya peretasan.

Tapi, menurut dia, mayoritas serangan dunia maya itu gagal. Satu-satunya situs yang berhasil diretas, kata dia, mampu difungsikan seperti sedia kala hanya dalam hitungan menit.

Kelompok Anonymous memposting lebih dari 650 daftar situs Israel yang akan diretas sebagai balasan atas tindakan Israel yang mereka nilai, "barbar, brutal, dan keji terhadap rakyat Palestina."

Kelompok Anonymous juga mengunggah video berdurasi hampir 3 menit ke youtube. Dalam video tersebut, seseorang mengenakan kostum tokoh fiksi "V" dari komik "V for Vendetta" membacakan pernyataan sikap atas kekejaman yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

Dalam video tersebut, kelompok ini mengaku sudah lelah dengan dengan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Israel dan akan membalasnya. "Perang cyber sudah dideklarasikan terhadap dunia maya Israel. Anda akan melihat kemampuan kami."

Kelompok ini juga merilis "Anonymous Gaza Care Package" yang berisi langkah-langkah jika Israel mematikan koneksi internet. Instruksi dalam bahasa Arab dan Inggris itu juga memberi tips menghindari pengawasan online. Dalam berbagai serangan Israel, sedikitnya 111 warga Palestina tewas. Yang memilukan, 22 diantara korban ini adalah anak-anak.