Home » » Mengapa Banyak Badai Terjadi Pada 2012?

Mengapa Banyak Badai Terjadi Pada 2012?


foto
Angin kencang dari Badai Sandy menerjang perumahan di Southampton, New York, Amerika Serikat, Senin (29/10). Badai Sandy yang menerjang Pantai Timur mengakibatkan ratusan ribu warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. REUTERS/Lucas Jackson
Pertengahan Mei lalu, para pengamat cuaca di Amerika Serikat tak menyangka akan ada begitu banyak hurikan yang terjadi, termasuk Hurikan Sandy yang saat ini menyapu pantai timur Amerika. Hingga Oktober, 19 badai di Samudra Atlantik telah menerjang negara tersebut, 10 di antaranya berkembang menjadi hurikan.

Badai dan hurikan itu membuat musim hurikan 2012 Atlantik sebagai salah satu yang tersibuk sepanjang sejarah. Sejak 1851, tercatat hanya tujuh tahun yang merasakan 19 badai atau lebih sekaligus dalam semusim. Tiga di antaranya terjadi pada dasawarsa lalu. Pada musim 2010 dan 2011, masing-masing merasakan 19 badai, sedangkan musim 2005 mengalami 28 badai, termasuk Hurikan Katrina.

Semula National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yaitu badan pengawas laut dan atmosfer Amerika, memprediksi akan terjadi 9 hingga 15 badai pada tahun ini. Namun Agustus lalu, NOAA menaikkan prediksi itu menjadi 12-17 badai, dengan lima hingga delapan di  antaranya berkembang menjadi hurikan.

Tak semua badai memiliki nama. Badai diberi nama ketika mencapai status badai tropis, yaitu ketika angin berputar itu mencapai kecepatan minimal 63 kilometer per jam. Sebuah badai tropis menjadi hurikan ketika kecepatan angin puncaknya minimal 119 kilometer per jam.

“Jarang sekali badai terjadi lebih banyak daripada apa yang diprediksikan,” kata Gerry Bell, kepala forecaster musim hurikan di Psusat Prediksi Iklim di NOAA.

Mengapa musim hurikan kali ini lebih sibuk daripada yang diperkirakan? “Perkiraan yang terlalu rendah itu terjadi karena El Niño,” kata Bell. “Para peramal cuaca memprediksi pola iklim tersebut, yang ditandai oleh temperatur permukaan yang hangat di Samudra Pasifik, telah berkembang dan melemahkan formasi hurikan dengan mempengaruhi atmosfer. Namun ternyata belum terjadi.”

Bell mengatakan prediksi hurikan menyampaikan berapa banyak badai yang mungkin terjadi, dengan probabilitas 70 persen. Dalam beberapa tahun terakhir, akurasi hasil ramalan mereka mencapai 95 persen.

Pada tahun ini, aktivitas siklon di Atlantik berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan, tak terganggu oleh El Niño. Fenomena alam ini umumnya  melahirkan angin superkencang ke arah timur dan dapat mengganggu gerakan berputar, yang memberi kekuatan pada badai.

“Ada indikasi kuat bahwa El Niño akan terbentuk untuk menekan puncak musim hurikan, tapi El Niño belum terbentuk juga,” ujarnya.